Prosedur Lengkap Dan Syarat Mengajukan KPR Rumah Murah

KPR rumah murah merupakan keinginan semua orang, mengajukan KPR (Kredit Pinjaman Rumah) merupakan alternatif popular di kalangan masyarakat untuk memperoleh rumah idaman. Namun tahukah kamu bahwa pengajuan KPR tidak selalu disetujui? Untuk mengantisipasinya, pelajari syarat-syarat KPR dan persiapkan dengan baik. Mau ajukan kredit rumah murah, begini syarat-syarat KPR.  Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kini menjadi alternatif solusi yang sangat digemari dalam memperoleh rumah KPR idaman karena berbagai keuntungannya. Adapun beberapa keuntungan utama menggunakan fasilitas kredit rumah (KPR) adalah:

  1. Kebutuhan dana tunai yang besar teratasi.
  2. Adanya keringanan besar angsuran.

 

Syarat Mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

  • Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah
  • Memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap sebagai pegawai tetap/wiraswasta/profesional dengan masa kerja minimal 1 tahun (pegawai) atau 2 tahun (professional/wiraswasta).
  • Usia tidak lebih dari 50 tahun ketika mengajukan permohonan KPR

 

Selain persyaratan umum yang perlu dipenuhi, terdapat beberapa syarat berupa dokumen yang perlu disiapkan sebagai syarat pengajuan KPR, yaitu sebagai berikut:

  • Dokumen Pribadi
  • Dokumen Rumah
  • Seluruh dokumen tersebut dapat kamu berikan kepada pihak bank untuk kemudian dicek secara administratif sebagai langkah awal sebelum masuk ke tahap KPR selanjutnya.

 

Prosedur Mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Sesungguhnya prosedur pengajuan KPR tidaklah sulit, tapi mayoritas pengguna seringkali tidak mempelajarinya terlebih dahulu pada saat mengajukan KPR sehingga malah mengakibatkan proses pengajuan lebih lama. Untuk mempermudah proses pengajuan, sebaiknya kamu mengetahui beberapa langkah dasar berikut:

 

Menentukan Properti yang Akan Diajukan KPR-nya

Sebelum mengajukan KPR, tentunya kamu perlu mencari dan melakukan survei terkait rumah yang akan kamu beli dengan menggunakan fasilitas KPR. Tentunya kamu menginginkan rumah idaman sesuai keinginan kamu dan bukan sembarang rumah bukan? Beberapa cara yang dapat kamu tempuh untuk mencari rumah yang sesuai dengan keinginan kamu adalah:

  • Menghubungi pihak bank dan meminta informasi lokasi yang tersedia untuk diajukan KPR-nya.
  • Mencari informasi jual beli properti melalui koran, iklan dan internet.
  • Melakukan survei lokasi langsung untuk mencari properti yang sesuai.
  • Via jasa agen real estate atau agen properti.

 

Membayarkan Biaya Tanda Jadi

Beberapa developer mewajibkan kamu untuk membayarkan biaya tanda jadi sebagai pengikat atau istilahnya tanda booking agar rumah tersebut tidak ditawarkan atau dibeli oleh orang lain. Penting untuk terlebih dahulu memantapkan keputusan sebelum kamu membayar biaya ini, karena biasanya biaya tanda jadi akan hangus bila kamu batal membeli rumah tersebut. Besarnya biaya ini bergantung kepada developer dan biasanya bisa dinegosiasikan, sehingga tidak ada salahnya kamu mencoba menawar biaya ini.

 

Mempersiapkan Seluruh Dokumen dan Syarat KPR

Langkah selanjutnya yakni mengajukan KPR ke pihak bank. Walaupun sudah mengetahui syarat-syarat KPR secara umum, biasanya tiap-tiap bank memiliki persyaratan tambahan sehingga sebaiknya kamu menelepon dan menanyakan syaratnya dengan saksama terlebih dahulu agar kamu dapat menghindari bolak-balik ke bank karena persyaratan yang kurang lengkap.

 

Proses Pengecekan dan Appraisal oleh Bank

Setelah seluruh dokumen pengajuan dicek dan terbukti lengkap, maka selanjutnya pihak bank akan melakukan BI checking untuk mengecek riwayat kredit kamu. Jika kamu memiliki riwayat kredit (credit score) yang baik, maka pihak bank akan melakukan proses penilaian atau appraisal terhadap rumah yang akan dibeli. Pihak bank kemudian akan meminta petugas untuk menilai atau melakukan appraisal terhadap rumah KPR tersebut untuk menentukan harganya.

 

Persetujuan KPR

Surat Persetujuan Kredit (SPK) akan dikeluarkan oleh bank setelah kedua pihak mencapai kata sepakat dan pihak bank mencairkan dana KPR. Bank kemudian akan menunjuk notaris yang selanjutnya mengurus seluruh kebutuhan dokumen jual beli seperti Perjanjian Kredit (PK), Akta Jual Beli (AJB), sertifikat tanah dan sebagainya. Tarif notaris biasanya bervariasi dan masih dapat dinegosiasikan sehingga disinilah kamu dapat memotong beberapa biaya kecil yang bermunculan.

 

Akad Kredit

Tahapan terakhir dalam pengajuan KPR merupakan akad yang menghadirkan pihak-pihak terkait untuk menandatangani perjanjian di hadapan notaris. Pihak-pihak berikut wajib hadir tanpa diwakilkan:

  • Pihak pembeli.
  • Perwakilan bank.
  • Pihak penjual.

Pada tahap ini seluruh dokumen akan dicek keabsahannya dan melakukan pengesahan proses jual beli dengan menyerahkan seluruh dokumen asli terkait rumah yang dibeli. Selanjutnya akad kredit akan ditandatangani oleh pihak terkait dan bank kemudian akan mentransfer dana ke pihak penjual. Notaris akan memproses seluruh dokumen yang membuktikan pemindahan atau balik nama, serta AJB dan keperluan dokumen lainnya.

 

Pelajari dan Persiapkan Syarat-Syaratnya demi Kelancaran Proses Pengajuan Kredit Rumah kamu Secara singkat, saat kamu merencanakan untuk membeli rumah dengan memanfaatkan fasilitas kredit rumah atau KPR, maka perhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Syarat dan ketentuan KPR dari bank terkait.
  • Biaya-biaya yang mungkin muncul dalam pengajuan KPR.
  • Prosedur pengajuan KPR dari bank terkait.

 

Kamu akan memperoleh kesepakatan yang lebih baik dan menguntungkan jika kamu teliti dalam hal-hal kecil sekali pun. Ingatlah bahwa KPR merupakan perjanjian jangka panjang yang membutuhkan komitmen 100% dari pihak bank dan juga kamu sendiri. Pelajari dan persiapkan dengan matang demi kelancaran proses jual beli properti atau kredit rumah kamu mulai dari pengajuannya hingga pelaksanaannya kelak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *